Bandung, 24 November 2025SMP PGII 1 Bandung kembali memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Setelah sebelumnya melaksanakan pelatihan mitigasi bencana bagi seluruh siswa (lihat berita sebelumnya), kini pelatihan serupa digelar khusus untuk guru, karyawan, serta perwakilan tiap kelas sebagai bentuk penguatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan.

Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025 bertempat di Aula PGII 1, Jalan Panatayuda No. 2 Bandung. Pelatihan ini menghadirkan tim ahli dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung beserta jajarannya dengan mengusung tema “Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)”.

Penguatan Tiga Pilar SPAB

Dalam pemaparannya, BPBD Kota Bandung menjelaskan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana yang meliputi tiga pilar utama, yaitu:

  1. Fasilitas Sekolah Aman
    Memastikan bangunan sekolah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, kemudahan akses, serta kesiapan fasilitas darurat seperti jalur evakuasi dan tanda EXIT.

  2. Manajemen Bencana di Sekolah
    Membangun sistem kesiapsiagaan yang komprehensif, mulai dari perlindungan fisik, penyediaan kotak Siap-Bawa, hingga penyusunan SOP kedaruratan dan rencana kesinambungan pendidikan.

  3. Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana
    Meningkatkan keterampilan warga sekolah melalui edukasi, praktik penyelamatan diri, dan simulasi bencana secara berkala.

Simulasi Gempa dan Evakuasi

Peserta pelatihan juga mendapatkan praktik langsung mengenai prosedur penyelamatan diri saat gempa, yaitu “Drop, Cover, and Hold On” (Berlutut, Lindungi, Bertahan). Setelah guncangan simulasi dihentikan, peserta dilatih untuk mengevakuasi diri dengan cepat namun tertib menuju titik kumpul aman, sesuai jalur evakuasi yang telah ditetapkan.

BPBD menekankan pentingnya kemampuan warga sekolah dalam merespons situasi darurat, karena keselamatan adalah prioritas utama yang harus dipahami semua pihak dalam satuan pendidikan.

Komitmen SMP PGII 1 Membangun Sekolah Tangguh Bencana

Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan SMP PGII 1 Bandung untuk memastikan seluruh warga sekolah—baik siswa maupun guru dan karyawan—siap menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia.

Pelatihan ini juga memperkuat peran Tim Siaga Bencana sekolah yang bertugas melakukan koordinasi, respons awal, serta memastikan SOP kedaruratan berjalan efektif.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMP PGII 1 Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, siaga, dan responsif terhadap situasi darurat, sejalan dengan gerakan nasional Sekolah/Madrasah Aman Bencana.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SMP PGII 1 Bandung (@smppgii1bandung)