
SMP PGII 1 Bandung kembali menggelar kegiatan Siaga Mitigasi Bencana sebagai upaya membangun budaya aman dan sigap terhadap bencana, terutama gempa bumi. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 20 November 2025 serta Senin, 24 November 2025 ini menghadirkan tim profesional dari BPBD Kota Bandung, yang memberikan pelatihan langsung kepada seluruh siswa dan guru di Lapang SMP PGII 1 Bandung.
Kegiatan berjalan sangat meriah dan penuh antusiasme. Para siswa dari kelas 7, 8, dan 9 tampak bersemangat mengikuti setiap simulasi. Para guru pun turut hadir menyaksikan jalannya kegiatan, memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Kegiatan tahun ini diketuai oleh Bapak Fikri Lukmanul Hakim, M.Pd.
Fokus: Apa yang Harus Dilakukan Siswa Bila Gempa Terjadi Saat Berada di Sekolah?
Mengacu informasi resmi BMKG tentang antisipasi gempa bumi, para siswa dilatih secara khusus untuk memahami langkah penyelamatan diri ketika gempa terjadi saat mereka sedang berada di ruang kelas.
BPBD menekankan tiga langkah utama:
1. Drop, Cover, and Hold On
Saat guncangan terjadi, siswa segera:
- Menunduk untuk menjaga keseimbangan,
- Berlindung di bawah meja, melindungi kepala,
- Memegang kaki meja agar tidak bergeser.
Instruktur menjelaskan bahwa sebagian besar cedera gempa terjadi akibat benda jatuh, bukan keruntuhan bangunan. Karena itu tindakan cepat ini sangat penting.
2. Jangan Berlari Keluar Saat Guncangan Masih Terjadi
Siswa diingatkan bahwa koridor dan pintu justru area paling berbahaya jika dipaksakan keluar saat guncangan sedang berlangsung. Tetap berlindung hingga keadaan aman adalah kunci keselamatan.
3. Evakuasi Teratur Setelah Guncangan Berhenti
Setelah gempa berhenti, siswa diarahkan:
- Keluar dari kelas secara berurutan, mengikuti jalur evakuasi,
- Menuju titik kumpul, tanpa berdesakan,
- Melapor kepada wali kelas atau guru pendamping.
Di lapangan, BPBD mempraktikkan bagaimana guru mengarahkan siswa dengan tenang, bagaimana tim evakuasi bekerja, serta bagaimana melakukan pengecekan jumlah siswa.
Simulasi Lapangan yang Realistis
Pada kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar teori. Mereka mengikuti skenario gempa secara langsung:
- Sirine dibunyikan,
- Siswa diminta melakukan prosedur penyelamatan,
- Tim BPBD memperagakan evakuasi korban dan penanganan darurat.
Simulasi ini memberikan pengalaman nyata bagaimana situasi gempa dapat terjadi kapan saja, sehingga siswa dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan.
Guru Juga Dibekali Pengetahuan Khusus
Pada sesi Senin, 24 November 2025, BPBD memberikan pembekalan khusus bagi para guru. Dalam pelatihan ini, para pendidik belajar tentang:
- Manajemen evakuasi,
- Komunikasi darurat,
- Teknik menenangkan siswa pada situasi krisis.
Pelatihan bagi guru menjadi elemen penting karena merekalah yang akan memimpin jalannya evakuasi saat kejadian sesungguhnya.
Menumbuhkan Budaya Aman di Sekolah
Melalui kegiatan ini, SMP PGII 1 Bandung menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sadar bencana. Pembekalan mitigasi gempa sedini mungkin membantu siswa:
- Memahami risiko di lingkungan sekolah,
- Mengambil keputusan cepat dan tepat,
- Melatih ketenangan dalam situasi darurat.
Dengan kerja sama antara sekolah dan BPBD Kota Bandung, siswa tidak hanya belajar di ruang kelas—tetapi juga dibentuk menjadi generasi yang siap, sigap, dan peduli keselamatan.
View this post on Instagram
View this post on Instagram





